Home Berita Babinsa Koramil 1315-04 Tibawa Hadiri Rapat Laporan Warga Terkait Penjualan Gas LPG Di Atas HET Desa Motilango Kecamatan Tibawa

Babinsa Koramil 1315-04 Tibawa Hadiri Rapat Laporan Warga Terkait Penjualan Gas LPG Di Atas HET Desa Motilango Kecamatan Tibawa

35
0
SHARE
Babinsa Koramil 1315-04 Tibawa Hadiri Rapat Laporan Warga Terkait Penjualan Gas LPG Di Atas HET Desa Motilango Kecamatan Tibawa

Gorontalo, 24 April 2026 – Sertu Acun Polimango Babinsa Koramil 1315-04/Tibawa mengikuti rapat bersama pemerintah desa dan warga terkait laporan penjualan gas LPG melampaui harga eceran tertinggi. Kegiatan berlangsung pukul 09.40 Wita di Aula Kantor Desa Motilango Kecamatan Tibawa Kabupaten Gorontalo. Sejak awal pertemuan, perhatian warga tertuju pada persoalan harga yang tidak sesuai ketentuan. Sementara itu, forum dimanfaatkan sebagai ruang terbuka untuk menyampaikan kondisi nyata di lapangan.

 

Permasalahan muncul ketika warga kesulitan memperoleh gas LPG dengan harga normal. Kondisi tersebut menimbulkan keresahan karena kebutuhan rumah tangga sangat bergantung pada ketersediaan gas. Selain itu, laporan terkait harga yang tinggi semakin sering terdengar di masyarakat. Oleh karena itu, rapat diarahkan untuk mencari kejelasan dari pihak pangkalan.

 

Pelaksana harian Kepala Desa Motilango membuka rapat dengan menegaskan pentingnya kejujuran dalam distribusi. Ia menilai persoalan tersebut tidak dapat dibiarkan karena menyangkut kebutuhan dasar warga. Selanjutnya, Ketua BPD menyampaikan pentingnya transparansi dalam setiap proses. Dengan demikian, diharapkan solusi bersama dapat tercapai tanpa konflik berkepanjangan.

 

Babinsa Sertu Acun Polimango berperan menjaga situasi rapat tetap aman dan kondusif. Ia mengarahkan peserta untuk menyampaikan pendapat secara tertib dan saling menghargai. Selain itu, ia menekankan pentingnya mematuhi aturan harga LPG yang berlaku. Dengan demikian, jalannya forum tetap objektif dan terarah.

 

Para pemilik pangkalan LPG mulai memberikan penjelasan mengenai mekanisme distribusi. Beberapa di antaranya mengakui adanya kendala yang memengaruhi harga jual. Namun demikian, warga tetap meminta penjelasan lebih rinci. Selanjutnya, dialog berlangsung aktif antara kedua belah pihak.

 

Suasana rapat sempat memanas saat warga menyampaikan keberatan secara langsung. Namun kondisi kembali terkendali setelah aparat memberikan arahan yang menenangkan. Selanjutnya, pembahasan diarahkan pada langkah penyelesaian masalah. Dengan demikian, forum kembali berjalan kondusif.

 

Hasil rapat menghasilkan kesepakatan untuk mematuhi harga eceran tertinggi sesuai aturan pemerintah. Selain itu, pengawasan bersama akan ditingkatkan guna mencegah pelanggaran. Kegiatan ditutup dengan doa sebagai penutup acara. Selanjutnya, diharapkan distribusi LPG kembali normal dan adil.