Babinsa Koramil 1315-05 Boliyohuto Bantu Evakuasi Korban Hanyut Di Sungai Paguyaman Desa Juriya Kecamatan Bilato

By Sinthya Airin 05 Mar 2026, 21:46:49 WIB Berita Terkini
Babinsa Koramil 1315-05 Boliyohuto Bantu Evakuasi Korban Hanyut Di Sungai Paguyaman Desa Juriya Kecamatan Bilato

Gorontalo, 5 Maret 2026 – Babinsa Koramil 1315-05 Boliyohuto, Praka Iskandar, bergerak cepat membantu evakuasi korban hanyut yang ditemukan di aliran Sungai Paguyaman, Desa Juriya, Kecamatan Bilato, Kabupaten Gorontalo. Penemuan jasad korban terjadi Kamis sekitar pukul 06.00 Wita setelah warga melaporkan adanya tubuh mengapung di sungai. Kejadian ini segera mengundang perhatian warga sekitar yang telah mengikuti upaya pencarian sejak hari pertama.

 

Korban bernama Samad Hadji Djafar, 58 tahun, petani asal Desa Monggolito, Kecamatan Boliyohuto, sebelumnya dilaporkan hilang pada Senin, 2 Maret 2026. Saat itu korban diduga terseret arus Sungai Paguyaman ketika berada di sekitar aliran sungai. Setelah laporan diterima, tim gabungan segera memulai pencarian secara intensif.

 

Upaya pencarian kemudian berlangsung selama empat hari dengan melibatkan TNI, Polri, Basarnas, serta masyarakat. Tim menyisir aliran Sungai Paguyaman secara bertahap dari lokasi awal kejadian. Namun hingga hari ketiga, pencarian belum membuahkan hasil.

 

Harapan muncul pada Kamis pagi ketika seorang warga bernama Tamin, 53 tahun, melihat tubuh mengapung di aliran sungai. Penemuan tersebut segera dilaporkan kepada aparat desa. Laporan itu kemudian diteruskan kepada Basarnas.

 

Babinsa Koramil 1315-05 Boliyohuto bersama aparat tiba di lokasi untuk memastikan kondisi korban. Setelah pemeriksaan awal, korban ditemukan dalam keadaan bengkak akibat terendam air. Meski demikian, identitas korban masih dapat dikenali.

 

Tim Basarnas tiba di lokasi sekitar pukul 06.20 Wita untuk melaksanakan evakuasi. Proses pengangkatan korban dari sungai berlangsung dengan koordinasi aparat. Setelah itu korban dibawa ke daratan.

 

Babinsa Koramil 1315-05 Boliyohuto, Praka Iskandar, membantu pengamanan selama proses evakuasi berlangsung. Ia juga berkoordinasi dengan aparat lain di lokasi. Situasi tetap kondusif selama kegiatan.

 

Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Setelah berdiskusi dengan aparat dan tim medis, keluarga menolak autopsi. Keputusan itu diambil sebagai bentuk penerimaan.

 

Setelah proses evakuasi selesai, jasad korban dibawa ke rumah duka di Desa Monggolito, Kecamatan Boliyohuto. Keluarga bersama warga menyiapkan proses pemakaman. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat.




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment