Kegiatan Halal Bil Halal di Masjid Al-Nurul Iman Dihadiri Babinsa Boliyohuto Sebagai Penceramah

By Sinthya Airin 13 Feb 2026, 09:55:51 WIB Berita Terkini
Kegiatan Halal Bil Halal di Masjid Al-Nurul Iman Dihadiri Babinsa Boliyohuto Sebagai Penceramah

Gorontalo, 13 Februari 2026 — Puluhan warga memenuhi Masjid Al-Nurul Iman Desa Karya Indah untuk mengikuti kegiatan Navigasi Iman dan Halal Bil Halal. Kegiatan ini menjadi ruang memperkuat spiritualitas dan mempererat hubungan antarwarga di Kecamatan Boliyohuto. Suasana hangat dan religius tampak menyelimuti seluruh kegiatan.

 

Dalam kegiatan tersebut, Serka Laode Kalawara, Babinsa Koramil 1315-05/Boliyohuto, dipercaya menjadi penceramah. Ia menyampaikan pesan moral tentang keikhlasan dan tanggung jawab dalam menjaga silaturahmi antar umat. Suaranya yang lembut namun penuh makna membuat jamaah larut dalam suasana religius.

 

Acara diawali dengan salat duha berjemaah yang menambah nuansa khusyuk. Lantunan ayat suci Al-Qur’an kemudian menggema lembut, mengundang ketenangan bagi setiap hadirin. Jalannya kegiatan yang tertib memperlihatkan kekompakan panitia dan masyarakat setempat.

 

Camat Asparaga dalam sambutannya menekankan pentingnya kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat. Ia mengajak seluruh pihak menjadikan kegiatan keagamaan sebagai ruang mempererat silaturahmi. Setelah itu, acara berlanjut dengan ceramah agama penuh hikmah.

 

Dalam ceramahnya, Serka Laode Kalawara menegaskan bahwa iman harus dibuktikan lewat tindakan. Ia mengingatkan jamaah untuk menyeimbangkan ibadah dan pengabdian sosial. Pesannya menumbuhkan motivasi warga agar terus berbuat kebaikan.

 

Momen pengukuhan Pengurus Hari Besar Islam menjadi bagian penting acara tersebut. Para pengurus yang baru berkomitmen meningkatkan kegiatan dakwah di wilayah Asparaga. Semangat kebersamaan terlihat jelas di wajah para peserta.

 

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Bupati Gorontalo yang digelar rutin setiap Jumat. Melalui kegiatan seperti ini, pemerintah ingin menumbuhkan nilai keagamaan dan kebersamaan warga. Tradisi tersebut menjadi ruang mempererat hubungan sosial dan spiritual.

 

Menjelang akhir kegiatan, suasana berubah hangat penuh keakraban. Warga saling berjabat tangan dan memaafkan dengan senyum tulus. Kebersamaan terasa nyata, meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta.




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment