Gorontalo, 7 April 2026 – Ziarah rombongan peringatan Hari Ulang Tahun ke-62 Dharma Pertiwi Tahun 2026 berjalan khidmat pada Taman Makam Pahlawan Desa Pentadio Barat, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo. Sejak pagi para peserta datang penuh hormat, sementara itu suasana sunyi terasa kuat pada area makam. Selain itu, ketenangan lingkungan menambah kesakralan kegiatan. Dengan demikian, penghargaan atas jasa pahlawan tampak jelas sepanjang kegiatan.
Kegiatan tersebut menjadi momen penting, selain itu nilai perjuangan kembali hadir dalam ingatan peserta. Sementara itu, suasana khidmat terus terjaga dari awal hingga akhir kegiatan. Di sisi lain, kebersamaan peserta memperkuat makna kegiatan. Dengan demikian, semangat kebangsaan terasa semakin kuat.
Rombongan ziarah berada dalam pimpinan Ny. Ririn Parsaoran Sirait selaku Pj. Ketua Dharma Pertiwi Koorcab Gorontalo bersama Ny. Julius Jongen Matakena selaku Ketua Persit KCK Cabang LXXIV Kodim 1315 Kabupaten Gorontalo. Selain itu, para ketua organisasi wanita TNI turut hadir. Sementara itu, peserta tampak kompak dalam barisan. Dengan demikian, kebersamaan terlihat jelas sepanjang kegiatan.
Rangkaian acara dimulai dengan penghormatan kepada arwah pahlawan, kemudian berlanjut pada mengheningkan cipta sebagai doa bersama. Sementara itu, seluruh peserta menundukkan kepala dalam suasana hening. Di sisi lain, kesakralan kegiatan terasa semakin mendalam. Dengan demikian, rasa hormat kepada pahlawan terlihat nyata.
Peletakan karangan bunga oleh pimpinan rombongan menjadi simbol penghargaan kepada pahlawan. Sementara itu, suasana tetap tenang saat prosesi berlangsung. Di sisi lain, peserta mengikuti kegiatan dengan penuh rasa hormat. Dengan demikian, makna pengorbanan pahlawan semakin terasa.
Kegiatan berlanjut dengan tabur bunga oleh seluruh peserta ziarah. Sementara itu, setiap bunga menjadi simbol penghormatan dan terima kasih. Di sisi lain, kebersamaan peserta semakin terlihat. Dengan demikian, hubungan antaranggota organisasi semakin erat.
Kegiatan berakhir dengan pimpinan rombongan meninggalkan lokasi secara tertib. Sementara itu, peserta kembali dengan semangat baru. Di sisi lain, nilai perjuangan tetap tertanam dalam diri peserta. Dengan demikian, kegiatan ini menjadi momentum refleksi.











LEAVE A REPLY