Gorontalo, 3 November 2026 – Dandim 1315/Kabupaten Gorontalo, Letkol Inf. Julius Jongen Matakena, S.H., menghadiri rapat Forkopimda Tahun 2026. Kegiatan berlangsung Selasa (3/11), pukul 13.25 Wita, bertempat pada Ruang Dulohupa, Kantor Bupati Gorontalo, Kecamatan Limboto.
Dalam rapat tersebut, sejumlah persoalan strategis menjadi fokus pembahasan. Mulai dari PETI, inflasi, antrean BBM, hingga ketersediaan air bersih. Selain itu, forum turut membahas kesiapsiagaan bencana serta percepatan program nasional, termasuk Kampung Nelayan Merah Putih dan Makan Bergizi Gratis (MBG).
Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, S.T., menegaskan pentingnya sinergi antar instansi dalam menangani persoalan daerah. Menurutnya, pengawasan PETI, pasokan air bersih, serta pengendalian inflasi dan BBM harus berjalan secara terpadu. Selain itu, penambahan SPPG pada wilayah terpencil turut menjadi perhatian pemerintah.
Selanjutnya, Sekda Kabupaten Gorontalo, Sugondo Makmur, S.Pd., M.H., menekankan pentingnya tindakan tegas terhadap PETI. Ia mendorong penanganan serius, termasuk penertiban peralatan tambang. Sementara itu, Dandim 1315/Kabupaten Gorontalo menyatakan kesiapan TNI untuk mendukung percepatan pembangunan Koperasi Merah Putih.
Selanjutnya, Polres Gorontalo memaparkan perkembangan penanganan PETI pada wilayah Pulubala dan Asparaga. Sementara itu, DPRD menyoroti antrean BBM yang kerap meningkat setiap Senin. Menanggapi hal tersebut, Pertamina menjelaskan bahwa stok Pertalite masih mencukupi untuk sekitar 28 hari ke depan.
Berikutnya, Kepala BPS Kabupaten Gorontalo, Dr. Suparno, S.ST., S.E., M.Si., memaparkan angka inflasi Oktober yang mencapai 5,2 persen. Angka tersebut masih melampaui standar nasional sebesar 2 persen. Adapun cabai rawit, tuna, cakalang, cumi-cumi, dan ikan selar menjadi komoditas yang turut memengaruhi kenaikan harga.
Melalui rapat Forkopimda, seluruh unsur pemerintah, TNI, Polri, dan instansi terkait memperkuat koordinasi lintas sektor. Dengan demikian, penanganan PETI, pengawasan BBM, pengendalian inflasi, serta pencegahan kebakaran hutan dan lahan dapat berjalan lebih optimal. Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas wilayah dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Gorontalo.










LEAVE A REPLY